Menjadi Diri Sendiri

Menjadi diri sendiri merupakan prinsip yang paling tepat untuk menjaga agar kita tidak terpengaruh dengan segala macam kepribadian atau pendirian orang lain. Tetapi menjadi diri sendiri bukan tanpa harus belajar dari orang lain. Segala hal yang menjatuhkan dan membangun dari kepribadian seseorang sangatlah penting untuk dipelajari dan dicerna maknanya, tetapi kemudian bukan berarti untuk secara total dipakai sebagai patokan untuk menjadikannya kepribadian kita yang baru. Kepribadian kita yang telah tumbuh melalui proses pembentukan saat pertama kali kita belajar bericara, saat pertama kali kita berdoa, saat pertama kali kita melakukan perintah orang tua, saat pertama kali kita memaafkan, saat pertama kali kita marah, saat pertama kali kita menangis, saat pertama kali kita berpikir kritis, saat pertama kali kita mengambil keputusan, saat pertama kali kita putus asa, saat pertama kali kita khawatir, dll, semuanya merupakan harta kepribadian yang harus selalu tinggal menjadi bagian yang berharga dalam keseluruhan kehidupan kita.

Prinsip akan kehidupan yang berarti, seperti kata orang bijak Hidup yang tidak mudah kecewa adalah hidup yang belajar mengalir dalam rencana Tuhan, merupakan kesatuan pedoman akan kehidupan kepribadian kita dalam belajar dan secara kritis berusaha mencari dan secara utuh membentuk jati diri dan kepribadian kita yang sesungguhnya dengan belajar dari orang lain dan tetap menjaga nilai-nilai kepribadian yang telah tertanam dalam diri kita.

Ingat! Hal yang baik belum tentu benar. Kebenaran yang seutuhnya hanya bisa diperoleh saat kita benar-benar berserah dan memahami kasih Tuhan dalam segala perkataan dan pekerjaan-Nya.
Kadang kita diperhadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan: Apakah saya harus mengatakannya? Apakah saya harus melakukannya? Apakah saya harus ini, apakah saya harus itu? dst.
Tetapi hal yang paling terpenting dari semuanya ialah menyimpan segala perkara itu di dalam hati dan merenungkannya. Apa gunanya mengatakan jika akhirnya menghancurkan? Apa gunanya melakukan jika akhirnya mengecewakan?
Karena itulah Tuhan Yesus berpesan Sedapat-dapatnya hiduplah dalam damai dengan semua orang jika hal itu bergantung kepadamu. Mengalah lebih baik daripada melawan. Mengasihi lebih berharga daripada membenci. Bersabar lebih mulia daripada bertengkar.
Menjadi diri sendiri merupakan keseluruhan kekayaan kita yang kita peroleh saat kita benar-benar mau mempertahankan nilai kepribadian kita yang telah tertanam oleh pengertian dalam kasih Yesus dan keseluruhan proses pembentukan dari pembelajaran akan semua kepribadian orang-orang yang padanya kita diperhadapkan oleh Tuhan sebagai cerminan perbandingan dalam pembentukan karakter kepribadian tersebut.

Akhirnya, seperti hati mencerminkan wajah, demikian hati manusia mencerminkan manusia itu. jadilah pribadi yang utuh karena pembelajaran akan pengajaran dalam iman dan pengharapan dan kasih Tuhan Kita Yesus Kristus.

MARTIN, Mulia 3 Juli 2008

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s